Oléh: Yusni Tria Yunda. Oléh: Yusni Tria Yunda. Secara filosofis, batas, menunjukan adanya éntitas dari kapasitas kemampuan awal dan kapasitas kemampuan ahir dari suatu kara/hal yang dibahas sebagai suatu objék dari sudut pandang subjèk. Jadi, dengan memaknai batas sebagai éksisténsi éntitas dari minimal 2 (dua) keadaan objék yang dibatasi, serta objék yang dimaksudkan guna membatasnya, maka: guna membentuk batas, minimal diperlukan adanya 2 (dua) titik liniér (sebagai répréséntasi kapasitas awal dan kapasitas ahir dari objék) yang dapat saling dihubungkan menggunakan suatu garis: baik garis nyata, ataupun garis khayali. Sekat, menunjukan adanya penerapan Garis Batas Vértikal (Y,- dalam Cartésius), pada suatu batas - batas dari luas tertentu (X dikali X, atau X kuadrat), sehingga ada 2 (dua) bidang tempat garis - garis batas (X dan Y, atau: ruang dan waktu). Oléh sebab itu, maka: sekat cenderu...